Budaya Menyontek Siswa

Budaya Menyontek Siswa

Kebiasaan Menyontek Siswa di Sekolah

Salah satu perilaku yang kerap terjadi di kalangan pelajar adalah menyontek.

salah satu professor Rutgers University, Donald McCabe, survei yang melibatkan 24.000 siswa sekolah menengah. Hasilnya, 64 persen siswa mengaku menyontek saat ujian.

Buruknya lagi, budaya menyontek Siswa sering kali di anggap sebagai bentuk solidaritas yang sebetulnya di salah artikan. Mereka beranggap, jika tidak memberikan, sontekan, akan di anggap pelit dan di kucilkan. Inilah yang membuat menyontek menjadi sesuatu hal yang wajib meskipun mereka tahu itu adalah perbuatan yang tidak baik.

Apalagi di zaman sekarang, anak-anak memiliki banyak cara untuk menyontek yang lebih canggih. Ada yang menggunakan aplikasi hingga memakai jam tangan pintar untuk mencari jawaban. Ya, teknologi mempermudah anak untuk menyontek.

Sayangnya, persoalan menyontek di kalangan pelajar kerap di anggap sepele. Padahal, Masalah ini tidak bisa di anggap remeh karena akan berdampak pada masa depan.

Menyontek akan berdampak pada jangka yang panjang. Di antaranya tidak percaya diri dalam melakukan sesuatu pekerjaan dan tidak mampu bekerja karena tidak memiliki nilai originalitas.

Mereka yang terbiasa menyontek juga akan kesulitan dalam mengembangkan ide dan takut berinovasi, sehingga kreativitasnya pun menurun.. Namun, apa yang harus di lakukan?

Baca juga : Budaya positif untuk di terapkan di sekolah

Peran Orang Tua Sangat Dibutuhkan

Budaya menyontek Siswa sebetulnya bisa di atasi bila orang tua ikut mengambil peran. Sebab beberapa kasus menyontek yang di lakukan anak di sebabkan oleh tuntutan dari orang tua yang menginginkan anak selalu mendapat nilai tinggi.

Jejak Pendapat PEKA I Unicef Indonesia x CIMSA Indonesia memaparkan, 38% anak dengan rentang usia 15-19 tahun merasakan adanya tekanan dari orang tua dalam hal akademik.

Senada dengan data tersebut, Professor of Computer Science, Eric Roberts, seperti dilansir lama Stanford Report, mengatakan, tekanan dari orang tua untuk mencapai nilai tertinggi membuat siswa stres dan membuat mereka melakukan berbagai cara untuk mengejar nilai. Salah satunya dengan menyontek.

Terkait hal ini, orang tua perlu melakukan berbagai cara untuk dapat mengatasi kebiasaan menyontek yakni memperbaiki cara pandang dan pengertian anak bahwa mendapat nilai bagus bukanlah segalanya.

Selain itu, hidnari berekspetasi atau memberi target yang tampak tidak realistis bagi anak. Baik orang tua dan anak harus sama-sama memahami bahwa bukan hanya hasil, tapi proses juga belajar juga penting untuk masa depan.

Berikan juga apresiasi pada setiap usaha yang di lakukan anak. Misalnya ketika anak berhadapan kegagalan, berikan apresiasi atas kerja kerasnya, lalu dukung anak untuk bangkit dan kembali berusaha.

Tak kalah penting, tanamkan nilai kejujuran sejak dini dan berikan contoh yang baik pada anak. Orang tua bisa berbagi pengalaman mereka mengatasi kesulitan saat sekolah dan juga menjelaskan dampak buruk perilaku menyontek secara berkepanjangan.

Mengenali dan membantu mengatasi kendala belajar anak juga sangat dibutuhkan. Setelah itu dukung anak untuk terbuka dan berdiskusi mengenai kesulitan apa yang ia alami saat belajar. Saat mengetahui masalahnya, orang  tua bisa mencari solusi dari kendala tersebut. Misalnya, memberi kursus tambahan, ikut membantu anak belajar.

 

Ditulis pada Pendidikan | Tag , , | Tinggalkan komentar

Budaya Positif untuk Di terapkan di Kelas atau Sekolah, Siswa Wajib Tahu

Budaya Positif untuk Di terapkan di Kelas atau Sekolah, Siswa Wajib Tahu

Berikut adalah contoh budaya positif yang penting untuk diterapkan di lingkungan sekolah. Baca sampai tuntas, ya.

5 Contoh Budaya Positif untuk Di terapkan di Kelas atau Sekolah, Siswa Wajib Tahu – Ada pepatah yang mengatakan kalau sekolah adalah rumah kedua.

5 Contoh Budaya Positif untuk Diterapkan di Kelas atau Sekolah

1. Pembiasaan Salam dan Sapa

Salam dan sapa merupakan contoh budaya positif untuk di terapkan di kelas atau sekolah berupa bentuk penghormatan dan penghargaan kepada orang lain.

Pembiasaan salam dan sapa di kelas dapat di lakukan dengan berbagai cara, misalnya:

  • Guru dan siswa saling menyapa dan mengucapkan salam ketika bertemu di kelas.
  • Guru dan siswa memulai pembelajaran dengan salam dan doa.
  • Guru dan siswa saling mendoakan sebelum dan sesudah pembelajaran.

Pembiasaan salam dan sapa dapat membantu menciptakan lingkungan kelas yang hangat dan ramah.

Selain itu, pembiasaan ini juga dapat menumbuhkan sikap saling menghormati dan menghargai antar siswa.

2. Pembiasaan Saling Membantu atau Gotong Royong

Saling membantu juga merupakan contoh budaya positif untuk di terapkan di kelas atau sekolah dengan bentuk kepedulian dan gotong royong.

Pembiasaan saling membantu di kelas dapat di lakukan dengan berbagai cara, misalnya:

  • Siswa membantu teman yang kesulitan memahami pelajaran.
  • Siswa membantu teman yang membutuhkan bantuan.
  • Siswa membantu membersihkan kelas bersama-sama.

Pembiasaan saling membantu dapat membantu menciptakan lingkungan kelas yang saling mendukung dan bekerjasama.

Selain itu, pembiasaan ini juga dapat menumbuhkan sikap peduli dan gotong royong antar siswa.

Baca juga: Sekolah Pagi di NTT Berpotensi Langgar Hak Anak

3. Pembiasaan Menghargai Perbedaan

Menghargai perbedaan merupakan bentuk toleransi dan inklusi, sehingga termasuk contoh budaya positif untuk di terapkan di kelas atau sekolah.

Pembiasaan menghargai perbedaan di kelas dapat di lakukan dengan berbagai cara, misalnya:

  • Guru dan siswa saling menghormati perbedaan pendapat dan agama.
  • Guru dan siswa saling menerima perbedaan latar belakang siswa.
  • Guru dan siswa saling menghargai perbedaan kemampuan siswa.

Pembiasaan menghargai perbedaan dapat membantu menciptakan lingkungan kelas yang inklusif dan ramah bagi semua siswa.

4. Sikap Disiplin

Disiplin merupakan kunci keberhasilan dalam segala hal. Sikap disiplin di kelas dapat di lakukan dengan berbagai cara, misalnya:

  • Guru dan siswa mematuhi peraturan dan tata tertib sekolah.
  • Guru dan siswa datang tepat waktu ke kelas.
  • Guru dan siswa mengerjakan tugas tepat waktu.

Pembiasaan disiplin dapat membantu menciptakan lingkungan kelas yang tertib dan kondusif untuk belajar.

Selain itu, sikap disiplin juga dapat menumbuhkan sikap bertanggung jawab dan disiplin antar siswa.

5. Sikap Refleksi Diri

Refleksi diri merupakan proses berpikir kritis untuk memahami diri sendiri.

Menjadi salah satu contoh budaya positif untuk diterapkan di kelas atau sekolah karena menuntun pada kedalaman internal personal.

Pembiasaan refleksi diri di kelas dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya:

  • Guru dan siswa meluangkan waktu untuk merenungkan diri sendiri setiap hari.
  • Guru dan siswa membuat jurnal refleksi diri untuk mencatat pemikiran dan perasaan mereka.
  • Guru dan siswa mengadakan diskusi kelas untuk berbagi pengalaman refleksi diri.

Pembiasaan refleksi diri dapat membantu siswa untuk memahami diri sendiri dan mengembangkan potensinya.

Selain itu, refleksi diri ini juga dapat menumbuhkan sikap kritis dan kreatif antar siswa.

Ditulis pada Pendidikan | Tag , | Tinggalkan komentar

Sekolah Pagi di NTT Berpotensi Langgar Hak Anak

Sekolah Pagi di NTT Berpotensi Langgar Hak Anak

Survei KPAI menemukan sebagian besar siswa dan guru tak siap dengan program tersebut.

Sekolah Pagi di NTT Berpotensi Langgar Hak Anak

Seorang siswi SMAN 1 Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, terlambat masuk pada Rabu (1/3/2023). Pemerintah Provinsi NTT memberlakukan jam belajar mulai pukul 05.30.

Kebijakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terkait dengan Sekolah Pagi di NTT pukul 05.30 pagi untuk beberapa sekolah menengah atas di Kupang yang berlangsung sejak Maret 2023 dapat memicu pelanggaran terhadap pemenuhan hak anak.

Hasil survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan baik guru maupun murid masih belum siap untuk melaksanakan kebijakan tersebut. Hanya sedikit guru dan murid yang mampu datang tepat waktu ke sekolah.

Jam sekolah yang terlalu pagi memengaruhi kegiatan belajar-mengajar. Penyerapan materi belajar menjadi masalah bagi sebagian besar peserta didik ketika kegiatan belajar di mulai pukul 05.30 Wita.

Hasil survei dan analisis deskriptif tentang kebijakan masuk sekolah pukul 05.30 di NTT terhadap 219 responden (guru, murid, dan orangtua murid) dari 10 SMA/SMK di NTT di sampaikan Ketua KPAI Ai Maryati Solihah dan sejumlah komisioner KPAI kepada media, Jumat (5/5/2023), saat konferensi pers dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2023.Bahwa 80 persen peserta didik yang menjadi responden kesulitan membagi waktu setelah pelaksanaan kebijakan waktu masuk sekolah pukul 05.30 dan hanya sedikit peserta didik yang merasa baik-baik saja,” ujar Ai Maryati.

Baca juga:Kasus kekerasan di sekolah meningkat!

Sekolah Pagi di NTT Berpotensi Langgar Hak Anak

Suasana di lampu merah El Tari, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (1/3/2023) pagi.

Para guru dan murid yang menjadi responden mengakui jam masuk sekolah pada pukul 05.30 Wita memengaruhi aktivitas sarapan pagi. Sebagian besar responden mengaku tidak pernah sarapan sebelum berangkat ke sekolah.

Selain itu, kebijakan masuk sekolah pukul 05.30 Wita dari pemerintah daerah sangat minim, bahkan sebanyak 72 persen sekolah yang menjadi responden tidak dimintakan persetujuan terkait kebijakan masuk sekolah pukul 05.30 Wita.

Wakil Ketua KPAI.

”Penyerapan materi belajar juga menjadi masalah bagi sebagian besar peserta didik bila melaksanakan kegiatan belajar pukul 05.30 Wita,” kata Jasra Putra.

Karena itulah, mayoritas responden berharap jam masuk sekolah pukul 05.30 Wita di batalkan dan di kembalikan masuk sekolah seperti semula, yaitu pukul 06.30 atau 07.00 Wita. Alasanya terkait faktor keamanan, Transportasi, kesiapan belajar, fokus belajar, waktu interaksi orang tua dan anak, serta kesehatan.

  • Rekomendasi Evaluasi

Untuk itu, KPAI merekomendasikan Kementerian Pendidikan,Kebudayaan, Riset, dan Teknologi segera mengevaluasi kebijakan tersebut agar tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip hak anak, tidak berdampak negatif pada motivasi belajar dan kualitas belajar, dan hasil belajar peserta didik.

Ai menegaskan, KPAI mendukung dan mengapresiasi Pemprov NTT dalam upaya peningkatan kompentensi peserta didik, tetapi kepentingan terbaik.

Sejak awal program tersebut di terapkan, KPAI sudah meminta agar pemda melakukan kajian mendalam dari program tersebut.

Semenjak program tersebut di terapkan pada Maret 2023, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) juga menyoroti kebijakan tersebut. Kementerian PPPA meminta kebijakan tersebut perlu dikaji lebih matang lagi, terutama aspek perlindungan terhadap anak, mulai dari rasa aman siswa.

Ditulis pada Pendidikan | Tag , | Tinggalkan komentar

Terjadi 136 Kasus Kekerasan di Sekolah

Terjadi 136 Kasus Kekerasan di Sekolah Sepanjang 2023, 19 Orang Meninggal.

Dalam sepekan terjadi 2-3 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan. Hal ini menjadi alarm bagi dunia pendidikan bahwa kondisi sekarang sedang tidak baik-baik saja.

Terjadi 136 Kasus Kekerasan di Sekolah

Jumlah kasus kekerasan di lingkungan pendidikan sepanjang 2023 menelan 19 korban jiwa. Jenis kasusnya beragam, tetapi kasus perundungan dan kekerasan seksual menjadi yang terbanyak meski pemerintah sudah membuat peraturan antikekerasan di satuan pendidikan, Sedikitnya ada 136 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan sepanjang 2023 yang terekam pemberitaan media massa dengan total 134 pelaku dan 339 korban yang 19 orang di antaranya meninggal dunia.

Baca juga: Cara mengatasi Quarter Life Crisis

Data ini dihimpun Yayasan Cahaya Guru pada 1 Januari-10 Desember 2023 melalui pemantauan pemberitaan media massa tersertifikasi Dewan Pers.

Direktur Eksekutif Yayasan Cahaya Guru Muhammad Mukhlisi mengatakan, setelah menganalisis temuannya, tim peneliti menyimpulkan, dalam sepekan terjadi 2-3 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan.

Hal ini menjadi alarm bagi dunia pendidikan bahwa kondisi sekarang sedang tidak baik-baik saja.

”Ini sangat mengkhawatirkan karena kejadian ini mengerikan, sampai 19 orang meninggal.

Kasus perundungan dan kekerasan seksual menjadi kasus yang paling banyak terjadi selama 2023 dengan masing-masing 42 dan 40 kasus, di susul kasus kekerasan fisik dengan 34 kasus.

Kasus kekerasan paling banyak terjadi di sekolah dasar dengan 40 kasus di susul sekolah menengah pertama dengan 35 kasus.

Mukhlisi mendorong pemerintah untuk lebih gencar mewujudkan masyarakat yang rukun dan majemuk, tidak hanya di atas kertas aturan saja.

Misalnya, SMPN 5 Kabupaten Ciamis yang mengajak muridnya  dalam rangka edukasi keberagaman di anggap kurang pas oleh ormas setempat. Ormas tersebut lalu mengintimidasi dan mendorong kepala dinas pendidikan untuk menindaklanjuti sekolah tersebut sehingga akhirnya kegiatan tersebut di tiadakan lagi.

”Kasus intoleransi memang sedikit, tetapi dampaknya sangat luas pada kehidupan masyarakat di luar sekolah,” ucapnya.

Para pelaku dari ratusan kasus ini pun beragam, mulai dari sesama murid atau mahasiswa, guru atau dosen, tenaga kependidikan, kepala dinas pendidikan, orangtua, organisasi masyarakat, kepala sekolah, bahkan sampai pemuka agama. Tim kampanye nasional salah satu pasangan calon presiden-calon wakil presiden juga ada yang menjadi pelaku kekerasan di lingkungan pendidikan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek)

sebenarnya sudah memiliki Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) dan Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 sebagai payung hukum pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan. Namun, dalam kenyataannya, aturan ini hanya menjadi ”macan kertas”.

”Hanya tiga atau empat provinsi yang sudah membuat Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satuan Tugas) sesuai amanat permendikbud ini. Pemerintah daerah harus segera membuat ini,” tutur Mukhlisi.

Endang Yuliastuti, perwakilan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), menambahkan, sejauh ini permendikbud tersebut hanya di pandang sebagai imbauan semata oleh sekolah-sekolah di daerah. Tidak ada upaya untuk mengawasi penyelenggaraan dan implikasinya dalam jangka waktu tertentu.

Ditulis pada Pendidikan | Tag , | Tinggalkan komentar

10 Sekolah Termahal di Indonesia

10 Sekolah Termahal di Indonesia, Nyaris Rp 1 Milliar!

Ada beberapa sekolah termahal di Indonesia, di antaranya berbasis kurikulum internasional. Sekolah mahal tersebut menerapkan program pembelajaran internasional, ada yang berasal dari Inggris, Selandia Baru, dan juga Belanda. Sekolah termahal di Indonesia memakan biaya yang sangat fantastis. Biayanya bisa mencapai Rp500 juta, lho. Tak hanya biaya pembangunannya yang mahal, namun biaya penjemputan dengan bus sekolahnya juga senilai puluhan juta. Nggak main-main ya!

Ada beberapa daftar sekolah termahal di Indonesia yang telah di rangkum dari berbagai sumber sebagai berikut

1. Jakarta Intercultural School (JIS) – Rp 496 Juta

Jakarta Intercultural School (JIS) adalah sebuah sekolah internasional swasta di Jakarta, Indonesia. Sekolah ini di dirikan tahun 1951 untuk anak-anak ekspatriat yang tinggal di Jakarta dan merupakan sekolah dasar dan menengah internasional terbesar di Indonesia.

Jakarta Intercultural School (JIS) masuk dalam daftar sekolah termahal di Indonesia. Sekolah ini terletak di Jalan Terogong Raya, Cilandak Barat, Jakarta Selatan. JIS menggunakan program International Baccalaureate (IB®) diploma dan Advanced Placement (AP®).

Total biaya yang harus di siapkan per tahunnya adalah sekitar Rp496,5 juta.

Orang tua masih harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi sekolah sebesar Rp72,8 juta.

2. British School Jakarta – Rp 350 Juta

British School Jakarta di dirikan di bawah perlindungan kedutaan besar Britania Raya pada tahun 1973. Sekolah ini terletak di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jakarta. British School Jakarta adalah anggota internasional dari Headmasters’ and Headmistresses’ Conference (HMC).

3. ACG School Jakarta – Rp 310 Juta

ACG School Jakarta juga salah satu dari sekolah termahal di Indonesia. Sekolah yang terletak di Warung Jati, Jakarta Selatan ini menggunakan kurikulum International Baccalaureate (IB) langsung dari Selandia Baru dengan pembelajaran berbasis bahasa Inggris.

4. New Zealand School Jakarta – Rp 215 Juta

New Zealand School Jakarta membebankan sejumlah biaya seperti Biaya Pengembangan Tahunan (BPT) yang di bayarkan untuk satu tahun penuh dan juga biaya SPP. Sekolah yang terletak di Kemang, Jakarta Selatan ini menerapkan kurikulum dari Selandia Baru atau New Zealand Curriculum, NZC.

Baca juga: Kepala sekolah korupsi 2.3 Milliar

5. Surabaya Intercultural School – Rp 260 Juta

Surabaya Intercultural School adalah sekolah internasional yang terletak di daerah Surabaya.  Sekolah ini menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB) American. Sekolah ini masuk dalam daftar salah satu sekolah termahal di Indonesia. Tingkat Pendidikan yang tersedia di sekolah ini antara lain TK, SD, SMP, dan SMA dengan total kapasitas pelajar sebanyak 300 siswa.

6. Bandung Alliance Intercultural School (BAIS) – Rp 218 Juta

Sekolah termahal di indonesia yang satu ini terletak di Bandung merupakan bagian dari Network of International Christian Schools (NICS) yang berkantor pusat di Amerika Serikat. Untuk bersekolah di sini biaya yang harus di keluarkan mencapai 218 juta.

7. Global Jaya School – Rp 150 Juta

Global Jaya School adalah sekolah termahal di indonesia yang terletak di daerah Bintaro Jaya Sektor IX, Tangerang. Merujuk dari laman resminya, Global Jaya School membagi biaya sekolah menjadi dua komponen yaitu SP (biaya pengembangan) dan SPP (biaya pendidikan).

8. SMA Pelita Harapan Lippo Cikarang – Rp 130 Juta

Anak SMA yang sekolah di sini bisa di bilang remaja elit karena sekolah berkurikulum Cambridge ini menerapkan biaya pendidikan yang sangat mahal. Dana yang harus di keluarkan untuk bersekolah di SMA Pelita Harapan Lippo Cikarang adalah sekitar USD 9.000 atau sekitar 130 juta rupiah.

Tentu saja uang sebanyak itu belum termasuk biaya tambahan seperti buku dan seragam. Uniknya, 30% dari siswa yang menempuh pendidikan di cabang dari sekolah internasional di Swiss ini berasal dari Korea Selatan, loh.

9. Singapore Intercultural School Bona Vista – Rp 50 Juta

Singapore intecultural School Bona Vista menggunakan kurikulum gabungan antara Cambridge dan metodologi Singapura dan menerapkan tes yang lumayan. Calon siswa harus bisa mendapatkan skor sesuai standar yang telah di tentukan pada bidang akademik tertentu dan lolos uji wawancara. Untuk bersekolahdi SIS Bona Vista, orang tua harus mengucurkan dana 39 hingga 185 juta rupiah tetapi sekolah ini juga menawarkan program beasiswa.

10. Highscope – Rp 18 Juta

HighScope bisa di bilang paling unik karena menggunakan sistem multi age dimana ada 2 grade sekaligus yang belajar bersama-sama dalam satu kelas. Selain itu, HighScope juga telah memberlakukan pembelajaran secara bilingual dengan  kurikulum Cambridge.

Biaya pendidikan yang ditetapkan tentunya sunggu sepadan, geng. Menurut CNBC Indonesia pada 2020 saja, orang tua harus menyediakan 502 juta rupiah untuk menyekolahkan anaknya di SD HighScope sampai lulus. Selain itu, HighScope diketahui menetapkan biaya masuk sebesar 18 juta rupiah dengan SPP 6,4 juta perbulannya untuk jenjang TK

Ditulis pada Pendidikan | Tag , | Tinggalkan komentar

Kepala sekolah gelapkan uang koperasi

Kepala Sekolah Gelapkan Uang 2.3 Milliar

Seorang pensiunan Kepala Sekolah Dasar (SD) bernama Iskak menggelapkan uang koperasi KPRI tegar senilai kurang lebih Rp 2.3 milliar. Uang tersebut merupakan uang simpanan para guru sebuah SD di kota Surabaya. Iskak mengakui bahwa dana milik ratusan guru SD itu untuk bikin rumah.Rumah yang saat ini megah, dua lantai di Wonorejo, Rungkut, Surabaya, adalah rumah yang di bangun dengan menggunakan dana Koperasi Tegar. Pada Rabu (21/6/2023) siang tadi, rumah ukuran besar itu di datangi ramai ramai setidaknya 75 guru SD.

Mereka datang dengan di dukung langsung Wali Kota Surabaya Armuji. Mereka menagih dana koperasi milik para guru itu Iskak yang sebelumnya di cari-cari para guru tak pernah mau keluar rumah. Rabu siang tadi keluar menemui para guru.

“Kami percaya karena Pak Iskak adalah kepala sekolah kami.
Banyak guru yang menyimpan deposito dan simpanan sukarela ke Koperasi Tegar yang di pimpin Pak Iskak,” kata Anselmus, salah satu korban guru SD. ada yang menaruh deposito ke Koperasi Tegar sampai 75 juta.
Rata-Rata Rp. 10 juta sampai Rp. 20 juta.

Belum lagi yang menyerahkan simpanan sukarela. Kalau dihitung total saat ini ada Rp 2.8 miliar uang anggota dari para guru SD ini. Saat di temui, Iskak mengakui bahwa dirinya menggunakan uang milik anggota koperasi itu. Tapi sudah dia cicil untuk mengembalikan dana koperasi. Saat ini sisa Rp. 2.3 Miliar.
“Waktu sepuluh tahun saya jadi bendahara.

Saya pakai dulu buat bangun rumah dan pasar,” jelas Iskak. Pengakuan ini membuat jengkel para guru. Seakan tidak merasa bersalah. Anselmus bersama korban koperasi Tegar membentuk paguyuban penagih dana KPRI.Saat menjadi bendahara, KPRI Tegar di awasi para kasek. Tapi kaseknya banyak yang pensiun hingga dana leluasa di gelapkan Iskak.Sementara Iskak sengaja tetap di jadikan Ketua Koperasi agar tidak lari keluar kota. Iskak sendiri asli Yogyakarta.

“Solusinya, pasar dan kosan di ambil alih pengelolanya oleh guru SD,” kata Cak Ji.

Sebelumnya, Karena habis kesabaran, guru-guru SDN ini Kecamatan Rungkut, Surabaya, atas ulah kepala sekolah (kepsek) mereka, Muhammad Iskak (61), Rabu (21/6/2023) siang. Mereka menggeruduk rumah megah kepala sekolah di Wonorejo, Kecamatan Rungkut, untuk menagih uang mereka sebanyak Rp 2.3 Milliar.

Kami tidak terima kalau di gunakan untuk kepentingan Pribadi. Guru-Guru SD sangat marah karena kebutuhan mereka untuk ajaran baru membengkak.
Sekitar 75 guru mewakili 200 anggota guru SD yang lain mendatangi rumah Iskak. ini aksi kesekian kali.

“lha omah megahe ngene, Tibake di bangun dengan uang koperasi. ayo kita sita saja sertifikat rumah dan tanahnya,” teriak guru yang lain.

Saat ini, puluhan guru SD itu masih bertahan di rumah Iskak. Hingga pukul 11.00 siang tadi, para guru itu mendesak agar kepsek Iskak mengembalikan uang anggota.

Baca juga: Khusus Buat yang Kebanyakan Duit, Ini 10 Sekolah Termahal di Indonesia yang Bikin Uang Papa Habis

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

tawuran antar pelajar

Ancaman Bagi Pelaku Tawuran Antar Pelajar

Tawuran dalam beberapa waktu terakhir sering mendengar kabar tersebut. Menjadi salah satu masalah serius yang  terjadi di lingkungan sekolah. dapat menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan di kalangan masyarakat, terutama orang tua siswa.

Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk menekan tindakan tersebut.  “Ancaman Bagi Pelaku Tawuran” sebagai salah satu cara untuk mencegah dan mengurangi tindakan kekerasan di lingkungan sekolah.

Pengertian Tawuran

Tawuran adalah bentuk konflik atau kekerasan yang terjadi antara dua atau lebih kelompok pelajar.
Yang berasal dari sekolah yang berbeda.

Seringkali terjadi di luar lingkungan sekolah, seperti di jalan atau di tempat umum lainya, dan dapat melibatkan banyak orang.

Keributan menjadi permasalahan sosial yang sering terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia, seringkali melibatkan remaja atau anak muda, dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar, baik secara fisik maupun psikologis.

Selain itu, juga dapat menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat, karena dapat mengganggu ketertiban dan keamanan.

Baca juga: Bingung Menentukan Uang Jajan Anak Sekolah? Ini 7 Tipsnya Menurut Financial Planner

Penyebab Tawuran

Penyebabnya,berikut ini berbagai faktor penyebab keributan antar pelajar:

  1. Persaingan dalam prestasi akademik: Kegiatan belajar mengajar seringkali di jadikan ajang persaingan oleh pelajar. Jika persaingan menjadi tidak sehat, maka bisa memicu tawuran antar pelajar.
  2. Perbedaan ideologi atau pandangan: Perbedaan pandangan atau ideologi antar kelompok pelajar juga dapat menjadi penyebab tawuran antar pelajar.
  3. Persaingan dalam non-akademik: Tidak hanya prestasi akademik, kegiatan non-akademik seperti olahraga, seni, dan lainnya juga dapat menjadi penyebab tawuran antar pelajar.
  4. Gengsi dan ego: Seringkali pelajar menganggap dirinya atau kelompoknya lebih baik daripada pelajar atau kelompok lainnya. Hal ini bisa memicu.
  5. Provokasi: bisa di provokasi oleh pihak lain, seperti kelompok geng atau orang yang tidak bertanggung jawab, yang ingin menciptakan kerusuhan.

Ancaman Bagi Pelaku Kekerasan

Para pelajar yang terlibat dalam keributan antar pelajar, baik secara individu maupun berkelompok, akan di kenakan sanksi hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jika terbukti terlibat dalam perkelahian, para pelajar tersebut akan bertanggung jawab atas perbuatan mereka dan di kenakan sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kenakalan remaja dapat mencakup perkelahian antara pelajar dan dikategorikan dalam dua bentuk perilaku anak yang bisa berhadapan dengan hukum.

  • Pertama, status offence, yaitu perilaku kenakalan anak yang jika di lakukan oleh orang dewasa tidak di anggap sebagai kejahatan, seperti tidak menurut, membolos sekolah, atau kabur dari rumah.
  • Kedua, juvenile delinquency, yaitu perilaku anak yang jika dilakukan oleh orang dewasa dianggap sebagai kejahatan atau pelanggaran hukum.

Pasal 45 KUHP menyatakan bahwa anak-anak yang telah mencapai usia 16 tahun dapat diadili di pengadilan. Namun, UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana anak menetapkan batas usia anak yang dapat di jatuhi hukuman atau pidana yang berbeda secara signifikan dalam pasal 1 ayat (3)

Ditulis pada Pendidikan | Tag , , | Tinggalkan komentar

Perbedaan SMA SMK STM

Pengertian perbedaan STM, SMK, dan SMA

Berikut penjelasan perbedaan dari ketiganya:

1.  Perbedaan Bidang Kejuruan

Perbedaan pertama dari STM, SMA dan SMK adalah perbedaan yang terletak pada bidang kejujuran. Benar sekali, kejuruan dalam STM ( Sekolah Teknik Menengah ) ini umumnya berupa bidang atau kejuruan yang menuju ke arah teknik saja. oleh karena itu, pada STM, kamu akan melihat beberapa kejuruan seperti teknik mesin, teknik komputer, teknik listrik, dan masih banyak lagi.

Lalu, pada SMK ( Sekolah Menengah Kejuruan ), kejuruannya atau bidangnya lebih mengarah pada banyak bidang, itu artinya jurusan SMK lebih banyak di bandingkan dengan STM. Jurusan yang ada pada SMK, seperti akutansi, perhotelan, tata boga, dan masih banyak lagi.

Oleh karena itu, ketika ingin melanjutkan pendidikan, sebaiknya kamu mengetahui bakat kamu terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu akan lebih mudah dalam menentukan akan masuk ke STM atau SMK.

Baca juga: Peluang Lolos Tinggi, Ini 5 Sekolah Kedinasan IPA yang Sepi Peminat

2. Perbedaan Masa Beroperasi

Perbedaan antara STM dengan SMK yang kedua adalah perbedaan pada masa beroperasinya. Dalam peraturan yang sudah berlaku, STM sudah tidak ada setelah tahun 1997. Hal ini karena pada Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 036/0/1997. STM sudah dilebur menjadi satu dengan SMK atau Sekolah Menengah Kejuruan.

Oleh karena itu, istilah SMK hingga saat ini lebih banyak dikenal oleh banyak masyarakat. Bahkan, SMK ini bukan hanya ada yang negeri saja, tetapi sudah banyak lembaga pendidikan swasta yang mulai memiliki SMK.

Meski masa beroperasinya berbeda, tetapi pada umumnya proses pembelajarannya hampir sama yang di mana lebih mengutamakan praktik di bandingkan dengan materi. Oleh sebab itu, lulusan STM atau SMK memang di peruntungkan siswa yang memang ingin bekerja setelah lulus.

3. Perbedaan Dominasi Jenis Kelamin Peserta Didik

perbedaan ketiga dari STM dan SMK adalah perbedaan pada dominasi jenis kelamin peserta didik atau siswanya. Pada STM biasanya jumlah siswa akan di dominasi oleh laki-laki. Hal ini bukan tanpa alasan karena STM merupakan sekolah teknis, sehingga sangat wajar kalau banyak laki-laki yang di sekolah di STM.

Meskipun di dominasi oleh laki-laki, bukan berarti tidak ada perempuanya.
Dengan kata lain, dalam beberapa jurusan juga ada perempuanya. Oleh karena itu, bagi para wanita jangan takut kalau masuk STM karena bisa jadi kamu menjadi salah satu murid paling pandi di STM.

Lain halnya dengan SMK yang di mana biasanya banyak di dominasi oleh perempuan. Apalagi jurusan yang identik dengan perempuan, seperti akuntansi, busana, tata boga, dan masih banyak lagi.

Sama halnya dengan STM, siswa di SMk juga ada yang laki-laki, meski begitu memang umumnya di dominasi oleh perempuan. Meski begitu, bagi para laki-laki tak ada salahnya masuk ke jurusan yang di dominasi perempuan. Aakan tetapi, dengan catatan bahwa kamu harus benar-benar menyukai jurusan yang sudah di pilih.

Meskipun STM dan SMK memiliki beberapa perbedaan, tetapi sebenarnya keduanya memiliki satu buah persamaan yang paling mendasar. Adapun persamaan yang dimaksud adalah lulusan dari STM dan SMK sama-sama dipersiapkan untuk menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Dengan begitu, lulusan STM dan SMK diharapkan dapat menjadi generasi yang produktif. Selain itu, juga diharapkan agar lulusan STM dan SMK bisa diserap oleh industri dengan baik.

Ditulis pada Pendidikan, Uncategorized | Tag , , , | Tinggalkan komentar

3 Sekolah Penerbangan di Indonesia

3 Sekolah Penerbangan di Indonesia untuk Jadi Pilot, Intip Biayanya.

Sekolah perbangan menjadi salah satu sekolah yang di minati oleh kaum muda, khususnya mereka yang ingin terjun ke dunia penerbangan.

Sekolah penerbangan umumnya akan mencetak lulusan yang mampu terjun ke dunia kerja, khususnya di bidang penerbangan, seperti pilot pesawat terbang, mekanik atau teknisi pesawat terbang, petugas lalu lintas, petugas bandara atau manajemen penerbangan.

bagi kamu yang tertarik ingin menimba pendidikan di sekolah penerbangan ada beberapa sekolah penerbangan di indonesia yang bisa jadi rekomendasi.

berikut rangkuman sekolah penerbangan yang bisa di pilih putra-putri terbaik indonesia.

1. Bali International Flight Academy (BIFA) Bali

BIFA ini terletak di Buleleng, Bali.
sekolah ini memiliki visi untuk memberikan pelatihan penerbangan berkalualitas untuk menghasilkan profesional penerbangan kelas dunia sambil memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan ICAO yang ketat.

Dilansir dari laman resmi BIFA, kampus yang terletak di Bali.
telah meluluskan sebanyak 787 siswa dari berbagai program BIFA dan lebih dari 650 alumnus telah berhasil bekerja di berbagai maskapai, seperti Garuda Indonesia, Air Asia, Sriwijaya Air, Citilink, dan Lion Group.

Ada juga yang menjadi air charter operators di TransNusa, Susi Air, Travira Air, dan lainya.

BIFA berkomitmen memberikan pengalaman belajar yang berkualitas dalam lingkungan yang aman.
sehingga menghasilkan pilot yang sangat terampil, berdedikasi dan profesional yang siap di pekerjakan oleh perusahaan pernerbangan komersial.

Oleh karena itu, BIFA melengkapi fasilitas yang modern, guna mendukung pembelajaran yang efektif dan berkualitas.

Lisensi BIFA

BIFA memberikan program pelatihan yang cepat dan lisensi Private Pilot License-Executive (PPL-E) dengan memberikan:

  1. Program pelatihan lapangan yang fleksibel di sesuaikan waktu ( kelas daring ).
  2. Mempelajari cara terbang di dampingi oleh instruktur berpengalaman.
  3. Lokasi pelatihan penerbangan di pangkalan BIFA.

Persyaratan masuk

  • Usia 18-33 tahun
  • Tinggi badan minimal 165 cm
  • kemampuan bahasa inggris yang baik (menulis, membaca, dan berbicara)
  • Pendidikan minimal SMA
  • Kondisi fisik sehat

Dokumen yang di butuhkan

  • Surat izin dari orang tua bermaterai 10.000
  • Daftar riwayat hidup
  • Sertifikat berkelakuan baik ( SKCK dari kepolisian )
  • Kartu tanda mahasiswa ( fotocopy )
  • Kartu tanda penduduk orang tua pelajar ( fotocopy )
  • Sertifikat ijazah SMA
  • Kartu Keluarga ( fotocopy )
  • Akte kelahiran ( fotocopy )
  • Pas foto ukuran 3×4 dengan background merah.

Biaya kuliah sekolah penerbangan di BIFA sekitar Rp 985 Juta. Lalu ada asuransi kecelakaan diri pelajar  Rp 12.5 Juta, dan deposit mahasiswa Rp. 25 Juta.

2. Sekolah Tinggi penerbangan Indonesia (STPI) Curug Tangerang

STPI disebut juga dengan Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) memiliki visi menjadi pusat unggulan pendidikan penerbangan yang mandiri, berstandar nasional dan internantional.

Sekolah yang berlokasi di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Provinisi Banten tersebut merupakan salah satu perguruan tinggi kedinasan yang berada di bawah Kementrian Perhubungan Indonesia.

Sejak awal, tujuan pendirian untuk mendidik putra-putri terbaik bangsa Indonesia agar menjadi sumber daya manusia yang ahli dan terampil di bidang penerbangan, yang di akui secara nasional maupun internasional.

Baca juga : Rekomendasi sekolah kedinasan

STPI Curug sendiri menawarkan empat program pendidikan yaitu jurusan Teknik Mekanikal Bandara, Teknik Bangunan dan Landasan, Penerangan Aeronautica, Pertolongan Kecelakaan Pesawat, Operasi Bandar Udara, Penerbang, Pemandu Lalu Lintas Udara, Teknik Listrik Bandara, Teknik Pesawat Udara, dan Teknik Navigasi Udara.

Biaya pendidikan di STPI curug sekitar Rp 65 juta hingga Rp 88 juta. biaya tersebut sudah termasuk perlengkapan, akademik, makan,asrama, dan wisuda. Biaya Tersebut tergolong murah jika di bandingkan dengan sekolah penerbangan lainnya. Karena STPI memperoleh subsidi dari pemerintah.

3. Aero Flyer Institute Tangerang

Sekolah penerbangan ini berlokasi di serdang wetan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten.

Sejak awal telah di tentukan visi yang jelas yakni untuk menjadi sekolah pilot yang terpercaya dan berkualitas, agar lulusanya mampu menjadi pilot yang berkualitas tinggi dan memiliki profesionalisme yang sangat baik.

Aero Flight Institute ini menyediakan pelatihan terbaik guna menghasilkan pilot yang berkualitas. Hal tersebut di dukung dengan penyediaan perlengkapan yang modern dengan teknologi canggih.

Fasilitas yang di sediakan:

  • Menggunakan teknologi canggih seperti Cessna 172P, Cessna172S, dan Piper Seneca II
  • Perangkat pelatihan Frasca 142 bersertifikat
  • Instruktur berpengalaman dan berkelas dunia
  • Ruang kelas dan perangkat kursus
  • Perpustakaan penerbangan
  • Metode pembayaran cicilan selama delapan bulan

Program studi yang bersertifikat yang disediakan:

A. Lisensi Pilot Pribadi

  • Memenuhi kualifikasi untuk izin PPL pemegangnya untuk menerbangkan pesawat secara pribadi, tujuan non komersial dan memberikan kewenangan yang hampir tak terbatas untuk terbang dengan Visual Flight Rules (VFR)

B. Lisensi Pilot Komersial (CPL) dan Instrumen Rating (IR)

  • Memenuhi syarat untuk izin CPL pemegangnya untuk menerbangkan pesawat untuk tujuan komersial. Kombinasikan dengan Rating Instrumen adalah persyaratan minimum untuk Pilot Profesional.

C. Multi-Engine (ME)

Ditulis pada Uncategorized | Tag , | Tinggalkan komentar

Berantas bullying di sekolah

Jalan Terjal Hapus Bullying Anak di Sekolah

bullying atau perundungan kini makin santer dibicarakan. banyak menimpa anak dan terjadi di lingkup sekolah SD bahkan SMP.

Perundungan bukan cuma soal verbal atau kata-kata olokan semata,tapi juga sudah menyentuh ranah fisik. Mulai dari dicolok mata hinga buta sebelah sampai di-sleding yang membuat kaki korban harus di amputasi.

Sayangnya, kasus perundungan yang menimpa anak di sekolah kerap tak terselesaikan dengan baik. Pihak sekolah seolah menganggap enteng perilaku bully yang di lakukan siswa-siswinya.

Alasanya, perundunganya di anggap sama dengan kenakalan anak-anak pada umumnya.

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo mengatakan, pihak sekolah memang bisa sangat abai terkait bullying atau perundungan yang terjadi pada siswa. Hal inilah yang membuat perundungan tak bisa benar benar di berantas di sekolah.

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo mengatakan, pihak sekolah memang bisa sangat abai terkait bullying atau perundungan yang terjadi pada siswa. Hal inilah yang membuat perundungan tak bisa benar-benar diberantas di sekolah.

Baca juga :

“Banyak sekali kasus begitu yang tidak di selesaikan dengan baik. Dan ini sudah terjadi sangat lama. Sejak dulu bullying itu ada dan dihiraukan begitu saja. paling pelaku hanya ditegur biasa, “kata Heru saat dihubungi CNNindonesia.com, Senin(13/11).

Kasus perundungan di sekolah yang banyak terungkap ke publik umumnya terjadi antar-siswa. Namun, Heru justru melihat bahwa perundungan tak hanya terjadi antar-siswa, melainkan juga antara guru dan siswa.

Misal, mengolok siswa dengan maksud guyon, tapi kata-katanya terlalu menyakitkan.

“Misalnya mengejek makanan atau bekal yang di bawa siswa seperti ulat sagu yang sempat viral. itu sudah masuk kategori bullying oleh guru terhadap siswanya. Bullying verbal” katanya.

Pemberantasan bullying di sekolah harus menyeluruh

memberantas bullying atau perundungan di lingkungan sekolah adalah PR yang harus di lakukan bersama. Bukan hal yang mudah memang, tapi harus benar-benar di lakukan.

Kata Heru, semua pihak harus terlibat. Bukan cuma guru dan murid, tapi juga orang tua hingga lingkup satuan pendidikan.

Drai pihak sekolah harus sangat sadar akan perilaku dan tekanan yang di terima semua muridnya. Caranya adalah dengan menghidupkan kembali guru BK atau bagian kesiswaan.

Hal yang selama ini salah dan banyak terjadi di sekolah adalah fungsi guru BK yang kerap di sepelekan. Bahkan, sebut Heru, masih banyak sekolah yang tidak memiliki guru BK.

“Dan mereka tidak memiliki lata belakang psikologis, tidak memiliki latar belakang BK saat mengenyam pendidikan. Dan ini adalah penyebab pertama yang fatal,”

 

Ditulis pada Uncategorized | Tag , , | Tinggalkan komentar