Benarkah Ukuran Otak Manusia Sudah Menyusut Hampir 4 Kali Lipat?

Benarkah Ukuran Otak Manusia Sudah Menyusut Hampir 4 Kali Lipat?

Sebuah studi menemukan fakta mengejutkan dari volume otak manusia yang menyusut hampir empat kali lipat. Penyusutan ini terjadi dalam kurun waktu 3.000 tahun terakhir.
Sejak masa Homo terakhir yang memiliki nenek moyang sama dengan simpanse, ukuran otak manusia dalam 6 juta tahun mencapai hampir empat kali lipat dibanding otak manusia sekarang, menurut SCI-News. Namun, tim peneliti dari Dartmouth College menemukan, ukuran otak hominin mengalami perubahan pada 2,1 dan 1,5 juta tahun lalu.

Menurut catatan arkeologi, peristiwa ini terjadi bertepatan dengan evolusi awal Homo dan inovasi teknologi. Tetapi, baru-baru ini, mereka juga menemukan fakta bahwa otak manusia mengalami penyusutan yang signifikan dalam 3.000 tahun terakhir.

“Fakta mengejutkan tentang manusia saat ini adalah bahwa otak kita lebih kecil dibandingkan dengan otak nenek moyang Pleistosen kita,” kata Dr. Jeremy DeSilva, peneliti di Departemen Antropologi di Dartmouth College, dilansir dari Frontiers.

Penyebab penyusutan otak manusia ini telah menjadi misteri besar pagi para antropolog. Untuk memecahkan misteri ini, tim peneliti dari berbagai bidang akademik mulai mempelajari pola sejarah evolusi otak manusia.

Mereka membandingkan temuan mereka dengan semut untuk menawarkan wawasan yang luas. Peneliti di Departemen Biologi Boston University, Dr. James Traniello, mengatakan bahwa semut digunakan untuk membantu mengidentifikasi kemungkinan yang terjadi di alam.

Dalam studi tersebut, para peneliti menerapkan analisis titik perubahan pada kumpulan data dari 985 fosil dan tengkorak manusia modern. Data tersebut mewakili evolusi otak selama 10 juta tahun terakhir evolusi hominid dan hominin.

Data tersebut juga mencakup Rudapithecus, Sahelanthropus, Ardipithecus, Australopithecus (termasuk Paranthropus), Homo Pleistosen Awal, Homo Pleistosen Tengah, Homo Pleistosen Akhir, dan Homo sapiens Holocene.

Baca juga: Usia 20-an Memasuki Quarter Life Crisis, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Hasilnya menyatakan, otak manusia meningkat dalam ukuran 2,1 dan 1,5 juta tahun yang lalu, selama Pleistosen, tetapi ukurannya berkurang sekitar 3.000 tahun yang lalu. Penyusutan ini menjadi hal yang tidak terduga sebelumnya.

“Kebanyakan orang sadar bahwa manusia memiliki otak yang luar biasa besar–jauh lebih besar dari yang diperkirakan dari ukuran tubuh kita. Dalam sejarah evolusi kita yang mendalam, ukuran otak manusia meningkat secara dramatis,” kata Dr. Traniello.

Tim peneliti memberikan gambaran lebih lanjut melalui petunjuk dari kehidupan semut. Mereka mempelajari model komputasi dan pola ukuran semut pekerja, struktur, dan penggunaan energi di beberapa kelompok semut.

Hasilnya menunjukkan bahwa kognisi dan pembagian kerja tingkat kelompok dapat memilih variasi ukuran otak yang adaptif. Artinya, dalam kelompok sosial di mana terjadi pembagian pengetahuan atau spesialisasi pada tugas tertentu, otak akan beradaptasi untuk menjadi lebih efisien dengan cara mengecilkan ukurannya.

Para peneliti berpandangan bahwa penurunan ukuran otak ini disebabkan oleh meningkatnya ketergantungan pada kecerdasan kolektif, sebuah gagasan bahwa sekelompok orang lebih pintar daripada orang terpintar dalam kelompok, yang sering disebut ‘wisdom of the crowds’.

Studi penyusutan otak manusia ini telah diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Ecology and Evolution pada Oktober 2021 lalu.

Tulisan ini dipublikasikan di Pendidikan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.