Bingung Menentukan Uang Jajan Anak Sekolah? Ini 7 Tipsnya Menurut Financial Planner

Bingung Menentukan Uang Jajan Anak Sekolah? Ini 7 Tipsnya Menurut Financial Planner

Meski terkesan sebagai sesuatu yang sangat sederhana, uang jajan nyatanya bisa menjadi sarana belajar bagi anak, mulai dari self control, berhitung, hingga menentukan prioritas. Hanya saja, menentukan besaran uang jajan anak sekolah terkadang gampang-gampang susah, ya, Ortu. Kira-kira, berapa, sih, jumlah uang jajan yang ideal diberikan kepada anak SD, SMP, dan SMA?

Nah, sebelum berbicara lebih jauh soal jumlah uang jajan yang pas, ada beberapa hal yang perlu Ortu perhatikan menurut Nadia Harsya. Certified financial planner sekaligus ibu satu anak ini membagikan tips berikut ini kepada Anda pembaca setia Paragonschool.org. Simak, yuk!

7 Tips Menentukan Uang Jajan Anak Sekolah

1. Ajarkan Anak agar Memahami Konsep Uang

Hal pertama dan paling fundamental adalah mengajarkan anak tentang konsep uang. Menurut Nadia Harsya, setidaknya ada empat poin penting yang harus dipahami anak, tentunya sesuai tahapan usianya, ya, Ortu. Empat konsep dasar uang yang dimaksud adalah menghasilkan, belanja, berbagi, dan menabung.

Dalam konsep menghasilkan uang, orang tua perlu memberi pemahaman kepada anak bahwa orang secara umum harus bekerja untuk mendapatkan uang. Bentuknya bisa dari gaji, hasil berdagang, atau yang lainnya.

“Anak-anak setidaknya harus paham dari mana uang berasal. Jika anak berpikir bahwa uang bisa keluar begitu saja dari mesin ATM misalnya, itu berarti pemahaman mereka tentang masih belum benar,” kata Nadia.

2. Beri Uang Jajan Sesuai Usia Anak

Faktor usia harus dipertimbangkan dalam pemberian uang jajan. Sebab faktanya, tidak semua anak siap diberi tanggung jawab mengelola uang.

“Idealnya, anak bisa diberi uang jajan saat mereka berusia sekitar 8-9 tahun. Pasalnya, di usia ini anak sudah lebih matang dalam kemampuan berhitung serta sudah bisa menentukan apa yang ia mau. Sementara untuk anak di bawah usia 8 tahun, mereka bisa dibiasakan membawa bekal dari rumah,” terang Nadia.

3. Sesuaikan dengan Kebutuhan Anak

Tidak ada aturan baku terkait besaran uang jajan anak, karena masing-masing mereka memiliki kebutuhan yang berbeda. Tentunya, orang tua perlu mengetahui secara rinci apa saja kebutuhan anak dan memperhitungkannya dengan bijak. Mulai dari kebutuhan jajan di kantin hingga uang transportasi jika ada.

“Orang tua perlu survei ke kantin sekolah agar tahu besaran uang jajan yang wajar untuk anak kalau pengin jajan di kantin, misalnya untuk beli makanan dan minuman,” tutur Nadia.

Uang jajan untuk anak SD, SMP, dan SMA tentu akan berbeda. Untuk jenjang yang sama pun bahkan bisa berbeda antara daerah yang satu dengan yang lain, makanya orang tua perlu survei terlebih dahulu.

4. Buat Kesepakatan Terkait Uang Jajan Anak Sekolah

Kesepakatan tentang besaran uang jajan antara orang tua dan anak harus dibuat jelas sejak awal. Misalnya, anak diberi uang jajan sekolah dengan jumlah sekian rupiah sehari. Menurut Nadia, hal ini sangat penting agar anak tidak punya trust issue kepada ibu atau ayahnya.

“Selain itu, ada baiknya besaran uang jajan dilebihkan sedikit agar anak bisa belajar mengelola kelebihan dana yang ia miliki, entah untuk ditabung, beramal, atau bersedekah,” tambahnya.

5. Jika Anak Membutuhkan Uang Jajan Tambahan

Nah, bagaimana jika ternyata karena suatu kondisi, suatu hari anak butuh uang jajan lebih dari biasanya? Dalam situasi seperti ini, orang tua bisa memberlakukan syarat dan kesepakatan terpisah.

“Orang tua bisa kasih offering ‘Nak, kamu boleh punya uang jajan tambahan dengan syarat A, B, C, D’ gitu,” ujar Nadia.

Meski demikian, tidak perlu membiasakan anak dengan iming-iming uang jajan agar mereka mau menuntaskan tugasnya.

Baca Juga: 10 Cara Mengajar yang Menyenangkan dan Tak Bikin Bosan

“Nanti anak akan punya kecenderungan apa-apa harus pakai reward. Mandi, makan, membereskan mainan, itu, kan, essential things yang seharusnya dilakukan anak tiap hari, tidak perlu diimingi-imingi dengan uang jajan,” paparnya.

6. Frekuensi Pemberian Uang Jajan Anak Sekolah: Harian, Mingguan, atau Bulanan?

Ini tergantung dengan karakter anak dan bagaimana pola kebiasaan mereka dalam menggunakan uang. Kalau memang anak tipe yang sulit mengatur uang jajan, bisa dicoba per hari dulu.

Kemudian bisa ditingkatkan menjadi per minggu atau per bulan. Biasanya, seiring usia anak akan belajar lebih baik dalam mengelola keuangan.

7. Ajarkan Anak Berbagi dan Menabung

Setelah memperoleh uang jajan, pastinya anak perlu membelanjakannya. Tahapan ini tidak bisa diabaikan begitu saja, karena dengan berbelanja, anak akan belajar mengelola uang jajan agar pengeluarannya tidak lebih besar dari jumlah uang yang ia miliki.

Selain berbelanja dengan bijak, dua hal penting lainnya yang dapat dibiasakan sejak dini adalah berbagi dan menabung. Orang tua perlu mengajari si kecil bahwa tidak semua uang jajan yang ia miliki digunakan untuk kebutuhan belanja, tetapi juga perlu disisihkan untuk berbagi kepada sesama serta untuk ditabung.

Tulisan ini dipublikasikan di Pendidikan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.