Film KKN Desa Penari Viral, Pakar UM Surabaya Soroti Dampaknya bagi Anak

Film KKN Desa Penari Viral, Pakar UM Surabaya Soroti Dampaknya bagi Anak

Film horor KKN di Desa Penari berhasil ditonton lebih dari 7 juta penonton. Kesuksesan film ini diawali dari utas viral di Twitter yang ditulis akun SimpleMan.
Film ini ditonton dari berbagai kalangan usia mulai dari orang tua, remaja, hingga anak-anak. Film horor sendiri dipercaya dapat mengatasi stress dan ketegangan. Namun terdapat orang-orang yang menghindari menonton horor salah satunya alasan kesehatan dan psikologis.

Melihat viralnya film KKN Desa Penari, Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) Fety Khosianah menyebut film horor berdampak buruk bagi anak yang menonton. Orang tua harus lebih peka mengenai hal ini.

Ia menyebut dampak negatif yang pertama yaitu mengurangi kepekaan. Menonton film horor membuat penonton terbiasa menyaksikan hal-hal yang berdarah-darah dan mengerikan.

Jika terlalu sering terpapar adegan itu maka akan berbahaya terhadap rasa kepekaannya. Fety mencontohkan yaitu jika ada tetangga yang berteriak atau menangis histeris, bisa jadi mereka tidak akan cepat tanggap untuk mencari tahu karena menganggap mereka sedang menonton film horor.

“Dampak lain adalah melekat di ingatan. Menonton film horor, tanpa kita sadari membuat otak kita terpolusi. Menurut penelitian bahwa apa pun yang kita lihat dan dengar serta rasakan terekam di alam bawah sadar,”ujar Fety yang dikutip dari laman UM Surabaya.

Anak-anak yang menonton film horor juga menjadi lebih penakut misalnya tidak berani tidur sendiri hingga tidak berani pergi ke toilet. Hal itu terjadi karena anak-anak belum dapat membedakan realita dan fiksi.

Menurut penelitian dari University of Wisconsin yang dilakukan oleh Joanne Cantor dan Kristen Harrison, anak-anak berisiko mengalami ketakutan yang bertahan lama. Mereka menganggap sosok dalam film horor adalah nyata.

Selanjutnya yaitu omongan anak-anak menjadi ngawur. Film horor menyebabkan anak-anak berbicara kasar, kotor, dan ngawur.

Baca juga: Cara Membersihkan Telinga, Ternyata Tanpa Cotton Bud!

“Dampak lain adalah gangguan tidur. Banyak orang dewasa dan anak-anak yang mengalami kesulitan tidur setelah menonton film horor. Hal ini dikarenakan adanya efek kemungkinan bayangan film horor yang masih membayangi, seperti suara-suara seram atau tampilan sosok menakutkan yang masih melekat dalam ingatan, bahkan sampai terbawa mimpi,” ujar Fety.

Selanjutnya film horor juga menimbulkan perilaku agresif. Hal ini terlihat dari menunjukkan perilaku agresif yang berupa kekerasan verbal maupun fisik di rumah maupun sekolah.

Terakhir menonton film horor juga dapat menyebabkan kematian karena serangan jantung.

Jadi perhatikan tontonan anak-anak ya!

Tulisan ini dipublikasikan di Pendidikan, Universitas dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.