Sempat Viral di Medsos, Ini Pesan Bu Guru Nani untuk Wali Murid

Sempat Viral di Medsos, Ini Pesan Bu Guru Nani untuk Wali Murid

Seorang guru bernama Nani Roswati atau yang kerap disapa Bu Nani sempat menjadi viral di media sosial setelah pesan-pesannya di status WhatsApp (WA)-nya diunggah ulang di platform lain. Pesan-pesan itu dinilai dapat menggugah hati para wali murid.
Status-status itu berisi pesan kepada orang tua agar tidak menghakimi anak dan melihat potensi anak dari nilai rapor. Melihat fenomena itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria juga mengapresiasi tindakan bu Nani dan menuliskan di akun Instagram resminya.

“Mari belajar dari siapapun, dari media apapun, dari status WA sekalipun. Terima kasih Ibu Nani. Terima kasih dan hormat kami untuk seluruh guru,” tulis Wagub DKI.

Bu Nani sendiri telah bekerja menjadi guru sejak 2013. Sebelumnya ia mengaku beberapa kali bekerja di perusahaan swasta.

“Awalnya saya bekerja di swasta, sampai qodarullah saya terdampar di Tambun Selatan, sampai akhirnya saya mengajar di SMK 1 Tambun Selatan itu dari tahun 2013,” tutur Nani.

Meski sudah mengajar di SMK 1 Tambun Selatan sejak lama, mulai ajaran baru Juni Mendatang, Bu Nani akan menjadi pengajar di SMAN 2 Kota Bekasi sebagai ASN baru.

Perempuan berusia 42 tahun tersebut mengatakan berkeinginan untuk membuka wacana berpikir anak didiknya terutama bagi anak SMK.

Menurutnya, murid-murid SMK mayoritas ingin bekerja setelah lulus sekolah. Namun ia berharap agar setelah lulus para muridnya tidak hanya menjadi pekerja saja tetapi juga dapat membuka lapangan pekerjaan.

“Saya mengubah mindset siswa, ketika dulunya mindset-nya setelah lulus itu kerja atau terjun ke dunia industri, diubah,” ujar Nani.

“Saya harus bisa mempengaruhi bahwa selepas mereka dari SMK mereka tidak melulu bekerja di industri, bekerja kepada orang lain, tapi juga bisa membuat lapangan pekerjaan,” lanjutnya.

Pesan Penting dari Bu Nani untuk Wali Murid
(1) Ujian anak Anda telah selesai

(2) Saya tahu Anda cemas dan berharap anak Anda berhasil dalam ujiannya.

(3) Tapi, mohon diingat,

(4) di tengah-tengah para pelajar yang menjalani ujian itu,

(5) ada calon seniman yang tidak perlu mengerti matematika,

(6) ada calon pengusaha yang tidak butuh pelajaran sejarah atau sastra,

(7) ada calon musisi yang nilai kimia-nya tak akan berarti,

(8) ada calon olahragawan yang lebih mementingkan fisik daripada fisika,

(9) ada calon fotografer yang lebih berkarakter dengan sudut pandang art berbeda yang tentunya ilmunya bukan dari sekolah ini.

(10) Sekiranya anak Anda lulus menjadi yang teratas, hebat!

(11) Tapi bila tidak, mohon jangan rampas rasa percaya diri dan harga diri mereka.

(12) Katakan saja, “Tidak apa-apa. Itu hanya sekadar ujian.”

Baca juga: Peluang Lolos Tinggi, Ini 5 Sekolah Kedinasan IPA yang Sepi Peminat

(13) Anak-anak itu diciptakan untuk sesuatu yang lebih besar lagi dalam hidup ini.

(14) Katakan pada mereka, tidak penting berapapun nilai ujian mereka,

(15) Anda mencintai mereka dan tak akan menghakimi mereka.

(16) Sebuah ujian atau nilai rendah takkan bisa mencabut impian dan bakat mereka.

(17) Berhentilah berpikir bahwa hanya dokter dan insinyur yang bahagia di dunia ini.

(18) Hormat saya, Wali kelas

Itulah pesan Bu Nani untuk para wali murid. Bisa diterapkan ya!

Ditulis pada Pendidikan | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Inovasi Guru Atasi Learning Loss, Pakai Wayang hingga Cerpen

Inovasi Guru Atasi Learning Loss, Pakai Wayang hingga Cerpen

Ancaman learning loss akibat pandemi Covid-19 melecut para guru dari seluruh Indonesia untuk berinovasi dalam pembelajaran.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kemendikbudristek, Anindito Aditomo, menuturkan para pemangku kepentingan di sekolah-sekolah punya semangat besar menciptakan inovasi. Hal ini dilakukan dalam upaya mengurangi learning loss melalui kurikulum merdeka.

“Antusiasme pada guru-guru dan kepala sekolah ini sangat besar untuk menyediakan kesempatan belajar melalui kurikulum merdeka. Dalam praktik ini, [mereka] memiliki inovasi yang signifikan,”ujar Kepala BSKAP dalam Temu Inovasi ke-13 di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (7/6/2022).

Baca juga: 3 Rekomendasi Sekolah Kedinasan untuk Anak IPS, Kuliah Gratis & Bakal Jadi CPNS

Sebelumnya, Indonesia sempat mengalami learning loss akibat pandemi. Learning loss adalah berkurangnya kemampuan dan pengetahuan siswa akibat tidak belajar di sekolah.

Berdasarkan data survei Kemendikbudristek tentang hasil belajar siswa selama 12 bulan pembelajaran di masa pandemi COVID-19, menunjukan sekolah yang menggunakan Kurikulum 2013 mengalami learning loss sekitar lima bulan. Artinya, kemampuan belajar siswa tertinggal selama lima bulan.

Kurikulum merdeka yang dikeluarkan oleh Kemendikbudristek membebaskan sekolah untuk membuat rangkaian bahan ajar sesuai dengan kebutuhan siswa.

Siswa yang mengalami learning loss akibat pandemi, tidak dipaksa untuk mengejar ketertinggalan capaian bahan ajar seperti kurikulum sebelumnya, tetapi guru akan mengemas materi sesuai dengan kebutuhan siswa.

Kurikulum merdeka akhirnya mendorong inovasi-inovasi baru dari setiap sekolah. Sekolah bahkan provinsi mulai membenahi kebutuhan pembelajaran siswa.

Dalam Temu Inovasi ke-13 yang diadakan secara luring, empat provinsi menunjukkan inovasinya dalam membantu kebutuhan siswa. Ini cerita mereka.

Inovasi Pembelajaran Melalui Kurikulum Merdeka

1. Kalimantan Utara

Sebelum Covid-19 melanda, siswa di Kalimantan Utara telah mengalami kesulitan belajar. Mereka harus melewati sungai terlebih dahulu untuk sampai sekolah. Semakin terjepit akibat pandemi, guru-guru di Kalimantan Utara akhirnya berfokus pada kapasitas siswa.

Inovasi yang diterapkan oleh Kalimantan Utara yaitu Kabupaten Tana Tidung berfokus pada formative asesmen dan Lembar Aktivitas Siswa (LAS).

Siswa akan melewati formative assessment terlebih dahulu sebelum diberikan pembelajaran berbentuk LAS. LAS adalah modul yang mengacu pada kurikulum khusus dan modul belajar Kemdikbud,. Konten LAS berisi topik literasi, numerasi, kecakapan hidup, penangan COVID, perilaku hidup bersih dan sehat, spiritual keagamaan, dan pendidikan karakter.

Akhirnya, terdapat peningkatan pada kemampuan siswa. Dari awalnya 18 siswa tidak bisa membaca, berkurang menjadi 6 siswa dalam jangka waktu 5 bulan.

2. Nusa Tenggara Barat

Berbeda dengan Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat berfokus pada kemampuan membaca. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa Nusa Tenggara Barat merupakan provinsi dengan tingkat buta aksara tertinggi di Indonesia.

Untuk mengatasi hal ini, Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) Nusa Tenggara Barat mengadakan lomba membuat ilustrasi untuk buku anak, sementara isi cerita anak dibuat oleh mahasiswa jurusan pendidikan.

Buku-buku itupun akhirnya diterbitkan dan didistribusikan kepada sekolah-sekolah. INOVASI juga turut mengajak masyarakat mengajar membaca kepada siswa di Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini disebut relawan literasi dan akhirnya menjadi program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di perguruan tinggi di Nusa Tenggara Barat.

3. Jawa Timur

Inovasi di Jawa Timur berfokus pada pengembangan karakter siswa. Siswa diajarkan tentang kesetaraan gender dan juga pendidikan seks.

Lewat alat peraga berbentuk wayang, guru mengajar bagaimana proses reproduksi terjadi. Hal ini diajarkan bagi siswa kelas 4-6.

Kemudian dalam materi kesetaraan gender, INOVASI Jawa Timur bekerja sama dengan universitas-universitas membuat ‘Modul Gender’. Modul ini kemudian dipakai oleh guru-guru untuk mengajarkan kesetaraan gender pada para siswa. Hasilnya, siswa memiliki pemahaman tentang kesetaraan gender, seperti peran ibu bisa bekerja dan ayah bisa melakukan pekerjaan rumah.

4. Nusa Tenggara Timur

Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki pendekatan yang kreatif untuk pengajarannya. Para guru banyak menggunakan alat peraga dari bahan alami di daerah mereka. Selain penghematan biaya, hal ini juga agar para siswa lebih mengenal dengan kekayaan alam yang mereka miliki.

Sebelum masuk kelas, siswa akan diajak bermain dan berhitung dengan memasukkan sedotan ke dalam gelas. Hal ini untuk melatih kemampuan siswa dalam perkalian.

Ditulis pada Pendidikan | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Peluang Lolos Tinggi, Ini 5 Sekolah Kedinasan IPA yang Sepi Peminat

Peluang Lolos Tinggi, Ini 5 Sekolah Kedinasan IPA yang Sepi Peminat

Ada beberapa sekolah kedinasan untuk jurusan IPA yang kurang peminat. Lulusan sekolah kedinasan pun berkesempatan diangkat sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) setelah menamatkan pendidikan.
Para taruna nantinya akan mendapatkan fasilitas beasiswa yang lengkap. Mulai dari pembebasan biaya pendidikan, tunjangan hidup, hingga dipekerjakan instansi penyelenggara sekolah kedinasan pasca lulus.

Sekolah kedinasan ini terbuka untuk siswa lulusan SMA/SMK dari berbagai jurusan. Meski demikian, mayoritas memang terbuka untuk siswa SMA IPA dan SMK teknik.

Berdasarkan data pendaftaran sekolah kedinasan tahun 2021 melalui akun Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui akun media sosialnya, ada beberapa politeknik politeknik pelayaran dan penerbangan milik Kementerian Perhubungan kurang diminati para peserta. Berikut lima di antaranya:

Sekolah Kedinasan IPA Sepi Peminat

1. Politeknik Pelayaran Barombong (Poltekpel Barombong)

Merupakan sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan. Poltekpel ini didirikan pada 28 Juni 1980 dengan nama awal Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran Dasar (BPLPD).

Prodi di sekolah kedinasan ini yaitu Nautika, Permesinan Kapal, dan Manajemen Transportasi Laut.

2. Politeknik Pelayaran Sumatera Barat (Poltekpel Sumbar)

Poltekpel Sumbar berada di bawah koordinasi Kementerian Perhubungan. Prodinya yaitu D3 Nautika, D3 Teknologi Nautika, dan D4 Transportasi Laut.

3. Politeknik Penerbangan Makassar (Poltekbang Makassar)

Poltekbang Makassar memiliki empat prodi jenjang diploma. Keempat prodi itu adalah Teknik Navigasi Udara/Teknologi Navigasi Udara, Teknik Listrik Bandara/Teknologi Bandar Udara, Teknik Pesawat Udara/Teknologi Pemeliharaan Pesawat Udara, dan Lalu Lintas Udara/Manajemen Lalu Lintas Udara.

Jurusan ini diperuntukkan bagi SMA jurusan IPA dan jurusan SMK yang mencakup jurusan Teknologi Pesawat Udara, Otomotif, Teknik Komputer dan Informatika, Teknik Mesin, Elektronika, Ketenagalistrikan, dan Teknik Telekomunikasi.

Baca juga: Bingung Menentukan Uang Jajan Anak Sekolah? Ini 7 Tipsnya Menurut Financial Planner

4. Politeknik Pelayaran Sorong (Poltekpel Sorong)

Poltekpel Sorong awalnya bernama Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2I). Sekolah kedinasan ini memiliki beberapa prodi yaitu Nautika, Permesinan Kapal, dan Manajemen Transportasi Laut.

Melansir situsnya, sekolah kedinasan yang terletak di tanah Papua ini sedang membuka pendaftaran program D3 jalur mandiri (non pola pembibitan) dan program non diploma diklat pelaut pembentukan tingkat IV.

5. Politeknik Pelayaran Banten (Poltekpel Banten)

Prodi Poltekpel Banten memiliki prodi yang sama dengan poltek lainnya yang telah disebutkan di atas.

Berdasarkan informasi penerimaan calon taruna tahun lalu, siswa jurusan IPA dapat mendaftar di ketiga program studi yang tersedia. Sementara itu, lulusan IPS dan Bahasa hanya bisa mendaftar di program studi Manajemen Transportasi Laut.

Ditulis pada Universitas | Tag , , , | Tinggalkan komentar

3 Rekomendasi Sekolah Kedinasan untuk Anak IPS, Kuliah Gratis & Bakal Jadi CPNS

3 Rekomendasi Sekolah Kedinasan untuk Anak IPS, Kuliah Gratis & Bakal Jadi CPNS

Ada banyak sekolah kedinasan milik kementerian atau instansi pemerintah yang bisa dicoba oleh para calon lulusan SMA. Kesempatan masuk sekolah-sekolah tersebut juga tidak cuma terbuka bagi siswa SMA jurusan IPA atau SMK jurusan teknik saja. Namun, juga bisa dicoba untuk para siswa IPS.
Definisi sekolah kedinasan sendiri adalah perguruan tinggi yang menyediakan ikatan dinas dengan lembaga pemerintah penyelenggara pendidikan. Maka, lulusan sekolah kedinasan diarahkan menjadi CPNS atau calon pegawai negeri sipil.

Di samping itu, sekolah kedinasan juga menawarkan biaya kuliah gratis untuk para mahasiswa/taruna/praja didikannya. Oleh sebab itu, yuk simak beberapa perguruan tinggi kedinasan yang bisa dituju anak IPS tahun depan!

Sekolah Kedinasan Sepi Peminat untuk Jurusan IPS

1. Politeknik Keimigrasian dan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan

Politeknik Keimigrasian (Poltekim) dan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) adalah dua sekolah kedinasan yang menjadi naungan dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

Para lulusan Poltekim diarahkan untuk bekerja di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi dan penempatannya adalah jabatan Analis Keimigrasian. Kemudian, lulusan Poltekip akan diposisikan di jajaran Ditjen Pemasyarakatan.

Beberapa jurusan yang terdapat di Poltekip Kemenkumham adalah D4 Manajemen Kemasyarakatan, Teknik Pemasyarakatan, dan Bimbingan Pemasyarakatan. Sementara, di Poltekim terdapat jurusan D4 Hukum Keimigrasian, Administrasi Keimigrasian, Manajemen Teknologi Keimigrasian, serta D3 Keimigrasian.

2. Politeknik Keuangan Negara STAN

Politeknik Keuangan Negara STAN membuka peluang untuk siswa dari jurusan IPS maupun IPA. Ada sembilan program studi yang terdapat di dalamnya, yaitu D4 Akuntansi Sektor Publik, Manajemen Keuangan Negara, dan Manajemen Aset Publik.

Ada pula berbagai prodi D3, di antaranya Akuntansi, Pajak, Kepabeanan dan Cukai, Kebendaharaan Negara, Manajemen Aset, dan PBB/Penilai.

Baca juga: Khusus Buat yang Kebanyakan Duit, Ini 9 Sekolah Termahal di Indonesia yang Bikin Uang Papa Habis

3. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)

Sekolah kedinasan IPDN yang ada di bawah Kementerian Dalam Negeri ini mempunyai beberapa fakultas, yaitu Fakultas Manajemen Pemerintahan, Perlindungan Masyarakat, dan Politik Pemerintahan.

Di sana terdapat berbagai macam program studi, yaitu D4 Studi Kebijakan Publik, D4 Pembangunan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat, D4 Politik Indonesia Terapan, Pemerintahan Daerah, Teknologi Rekayasa Ilmu Pemerintahan, Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik, dan Keuangan Publik.

Itulah beberapa sekolah kedinasan yang sesuai untuk siswa SMA jurusan IPS. Jika kalian tertarik, pantau informasi penerimaan pada tahun berikutnya ya!

Ditulis pada Universitas | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Bingung Menentukan Uang Jajan Anak Sekolah? Ini 7 Tipsnya Menurut Financial Planner

Bingung Menentukan Uang Jajan Anak Sekolah? Ini 7 Tipsnya Menurut Financial Planner

Meski terkesan sebagai sesuatu yang sangat sederhana, uang jajan nyatanya bisa menjadi sarana belajar bagi anak, mulai dari self control, berhitung, hingga menentukan prioritas. Hanya saja, menentukan besaran uang jajan anak sekolah terkadang gampang-gampang susah, ya, Ortu. Kira-kira, berapa, sih, jumlah uang jajan yang ideal diberikan kepada anak SD, SMP, dan SMA?

Nah, sebelum berbicara lebih jauh soal jumlah uang jajan yang pas, ada beberapa hal yang perlu Ortu perhatikan menurut Nadia Harsya. Certified financial planner sekaligus ibu satu anak ini membagikan tips berikut ini kepada Anda pembaca setia Paragonschool.org. Simak, yuk!

7 Tips Menentukan Uang Jajan Anak Sekolah

1. Ajarkan Anak agar Memahami Konsep Uang

Hal pertama dan paling fundamental adalah mengajarkan anak tentang konsep uang. Menurut Nadia Harsya, setidaknya ada empat poin penting yang harus dipahami anak, tentunya sesuai tahapan usianya, ya, Ortu. Empat konsep dasar uang yang dimaksud adalah menghasilkan, belanja, berbagi, dan menabung.

Dalam konsep menghasilkan uang, orang tua perlu memberi pemahaman kepada anak bahwa orang secara umum harus bekerja untuk mendapatkan uang. Bentuknya bisa dari gaji, hasil berdagang, atau yang lainnya.

“Anak-anak setidaknya harus paham dari mana uang berasal. Jika anak berpikir bahwa uang bisa keluar begitu saja dari mesin ATM misalnya, itu berarti pemahaman mereka tentang masih belum benar,” kata Nadia.

2. Beri Uang Jajan Sesuai Usia Anak

Faktor usia harus dipertimbangkan dalam pemberian uang jajan. Sebab faktanya, tidak semua anak siap diberi tanggung jawab mengelola uang.

“Idealnya, anak bisa diberi uang jajan saat mereka berusia sekitar 8-9 tahun. Pasalnya, di usia ini anak sudah lebih matang dalam kemampuan berhitung serta sudah bisa menentukan apa yang ia mau. Sementara untuk anak di bawah usia 8 tahun, mereka bisa dibiasakan membawa bekal dari rumah,” terang Nadia.

3. Sesuaikan dengan Kebutuhan Anak

Tidak ada aturan baku terkait besaran uang jajan anak, karena masing-masing mereka memiliki kebutuhan yang berbeda. Tentunya, orang tua perlu mengetahui secara rinci apa saja kebutuhan anak dan memperhitungkannya dengan bijak. Mulai dari kebutuhan jajan di kantin hingga uang transportasi jika ada.

“Orang tua perlu survei ke kantin sekolah agar tahu besaran uang jajan yang wajar untuk anak kalau pengin jajan di kantin, misalnya untuk beli makanan dan minuman,” tutur Nadia.

Uang jajan untuk anak SD, SMP, dan SMA tentu akan berbeda. Untuk jenjang yang sama pun bahkan bisa berbeda antara daerah yang satu dengan yang lain, makanya orang tua perlu survei terlebih dahulu.

4. Buat Kesepakatan Terkait Uang Jajan Anak Sekolah

Kesepakatan tentang besaran uang jajan antara orang tua dan anak harus dibuat jelas sejak awal. Misalnya, anak diberi uang jajan sekolah dengan jumlah sekian rupiah sehari. Menurut Nadia, hal ini sangat penting agar anak tidak punya trust issue kepada ibu atau ayahnya.

“Selain itu, ada baiknya besaran uang jajan dilebihkan sedikit agar anak bisa belajar mengelola kelebihan dana yang ia miliki, entah untuk ditabung, beramal, atau bersedekah,” tambahnya.

5. Jika Anak Membutuhkan Uang Jajan Tambahan

Nah, bagaimana jika ternyata karena suatu kondisi, suatu hari anak butuh uang jajan lebih dari biasanya? Dalam situasi seperti ini, orang tua bisa memberlakukan syarat dan kesepakatan terpisah.

“Orang tua bisa kasih offering ‘Nak, kamu boleh punya uang jajan tambahan dengan syarat A, B, C, D’ gitu,” ujar Nadia.

Meski demikian, tidak perlu membiasakan anak dengan iming-iming uang jajan agar mereka mau menuntaskan tugasnya.

Baca Juga: 10 Cara Mengajar yang Menyenangkan dan Tak Bikin Bosan

“Nanti anak akan punya kecenderungan apa-apa harus pakai reward. Mandi, makan, membereskan mainan, itu, kan, essential things yang seharusnya dilakukan anak tiap hari, tidak perlu diimingi-imingi dengan uang jajan,” paparnya.

6. Frekuensi Pemberian Uang Jajan Anak Sekolah: Harian, Mingguan, atau Bulanan?

Ini tergantung dengan karakter anak dan bagaimana pola kebiasaan mereka dalam menggunakan uang. Kalau memang anak tipe yang sulit mengatur uang jajan, bisa dicoba per hari dulu.

Kemudian bisa ditingkatkan menjadi per minggu atau per bulan. Biasanya, seiring usia anak akan belajar lebih baik dalam mengelola keuangan.

7. Ajarkan Anak Berbagi dan Menabung

Setelah memperoleh uang jajan, pastinya anak perlu membelanjakannya. Tahapan ini tidak bisa diabaikan begitu saja, karena dengan berbelanja, anak akan belajar mengelola uang jajan agar pengeluarannya tidak lebih besar dari jumlah uang yang ia miliki.

Selain berbelanja dengan bijak, dua hal penting lainnya yang dapat dibiasakan sejak dini adalah berbagi dan menabung. Orang tua perlu mengajari si kecil bahwa tidak semua uang jajan yang ia miliki digunakan untuk kebutuhan belanja, tetapi juga perlu disisihkan untuk berbagi kepada sesama serta untuk ditabung.

Ditulis pada Pendidikan | Tag , , | Tinggalkan komentar

10 Cara Mengajar yang Menyenangkan dan Tak Bikin Bosan

10 Cara Mengajar yang Menyenangkan dan Tak Bikin Bosan

Cara guru mengajar berpengaruh terhadap minat siswa untuk belajar. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa membuat siswa berada dalam suasana hati yang baik, akan membuat mereka betah belajar.
Ada banyak manfaat yang diperoleh dari proses belajar menyenangkan. Mulai dari materi pembelajaran yang mudah diterima hingga keinginan untuk belajar lebih lama.Pembelajaran yang menyenangkan ini dapat dilakukan dengan meningkatkan dopamin, endorfin, dan oksigen di otak.

Sean Slade, produser rekaman sekaligus insinyur asal Amerika, mengatakan dalam The Answer Sheet Washington Post, bahwa kesenangan tidak hanya bermanfaat untuk belajar tetapi, menurut banyak laporan, diperlukan untuk pembelajaran otentik dan memori jangka panjang.

Baca juga: 5 Jurusan yang Lulusannya Bakal Banyak Dicari, Gajinya Bisa Sentuh 3 Digit!

Tips Mengajar yang Menyenangkan

Ada banyak hal yang dapat dilakukan oleh pengajar, baik guru maupun dosen dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Dilansir dari Open Colleges Australia, berikut tips mengajar yang menyenangkan dan tidak membosankan:

1. Temukan Hal Baru Bersama

Belajar hal baru bersama-sama dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Dalam hal ini, guru tidak hanya memberikan informasi kepada siswa, melainkan mengajak siswa untuk menemukan informasi secara bersama-sama.

2. Buat Siswa Penasaran

Belajar yang paling menyenangkan adalah ketika mendapati sesuatu yang mengejutkan dan membuat siswa penasaran. Dalam memberikan materi pembelajaran, guru dapat menyoroti hal-hal yang tampak aneh, unik, dan tidak biasa. Mulailah dengan membuat siswa penasaran. Ajukan pertanyaan-pertanyaan dan biarkan siswa bekerja untuk memecahkan pertanyaan tersebut.

3. Tunjukkan Kepedulian terhadap Siswa

Sesekali bertindak konyol juga dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa membuat mereka tertawa dan merasa senang merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap siswa.

4. Libatkan Siswa dalam Proyek

Melibatkan siswa dalam lokakarya juga diketahui dapat membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan. Siswa akan benar-benar berpartisipasi untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru.

5. Hindari Kebiasaan Monoton

Menghabiskan jam pelajaran yang sama persis dengan cara yang sama setiap hari adalah hal yang perlu dihindari. Walaupun guru mengajarkan materi yang sama untuk siswa yang berbeda, namun, kebiasaan monoton akan tampak membosankan bagi siswa. Dengan demikian, guru dapat mencoba hal baru dengan berani mengambil risiko dan membuat kesalahan untuk menciptakan metode yang baru.

6. Review tapi Jangan Ulangi Materi

Dalam kegiatan belajar mengajar, penting untuk meninjau ulang materi yang telah disampaikan secara teratur. Luangkan satu atau dua jam setiap minggu untuk meninjau materi yang telah diajarkan dalam minggu terakhir.

7. Ganti Pembelajaran dengan Percakapan

Sesekali libatkan siswa dalam percakapan santai dan posisikan mereka layaknya teman. Dalam hal ini, baik guru maupun siswa dapat saling bertukar ide atau gagasan, sehingga guru tidak hanya memberikan tanggapan tetapi juga menerima tanggapan.

8. Cobalah untuk Menjadi Siswa

Cobalah untuk duduk bersama siswa lainnya dan beri kesempatan kepada siswa untuk menggantikan posisi sebagai guru. Luangkan waktu seminggu untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh siswa dan biarkan siswa menilainya.

9. Jangan Beranggapan Terlalu Serius

Banyak guru yang tidak menyadari bahwa mata pelajaran yang diampunya bukanlah satu-satunya mata pelajaran yang diambil oleh siswa. Padahal, siswa harus menyeimbangkan tugas dan materi dari beberapa mata pelajaran dalam satu waktu. Untuk itu, cobalah untuk memahami siswa dan berilah waktu kepada siswa untuk memahami materi pelajaran yang lain.

10. Tertawakan Lelucon Siswa

Hal lain yang dapat dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan adalah terlibat dalam lelucon yang dilontarkan oleh siswa. Dalam hal ini, guru dapat tertawa apabila mendengar lelucon siswa. Hal tersebut diketahui menjadi cara terbaik untuk memastikan guru dan siswa berada dalam suasana hati yang menyenangkan.

Ditulis pada Pendidikan | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Nilai Akademik Bukan Penentu Kesuksesan, Ini Faktor yang Memegang Peran Penting

Nilai Akademik Bukan Penentu Kesuksesan, Ini Faktor yang Memegang Peran Penting

Selama ini banyak orang menganggap bahwa nilai akademik tinggi bisa menjadi tolok ukur kesuksesan. Padahal ada banyak aspek yang mempengaruhi kesuksesan seseorang, salah satu yang penting adalah faktor kecerdasan emosional (EQ).
Penelitian menjelaskan bahwa kecerdasan emosional berkontribusi 2 kali lebih penting dalam mempengaruhi kesuksesan dibandingkan kecerdasan intelektual (IQ).

Hal ini dikarenakan EQ berperan sangat penting dalam proses menghadapi kehidupan sosial yang harus berinteraksi dengan orang lain. Tak adanya EQ, seseorang tidak akan bisa menjalankan hidup sebagai individu yang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

5 Elemen Penting Kecerdasan Emosional

Mengutip laman resmi Universitas Padjadjaran (Unpad), Jumat (3/6/2022), EQ memiliki peranan yang penting dalam kesuksesan karena bisa membuat seseorang mampu menguasai 5 soft skill, di antaranya:

1. Self Awareness

Elemen ini membuat individu mampu mengenali emosi, kemampuan, kekuatan, kelemahan dan batasan diri. Seseorang yang memiliki kesadaran pada diri sendiri dapat mudah untuk mendengar, menerima, dan menjalankan kritik dari orang lain.

2. Self Regulation

Seseorang dengan self regulation yang tinggi, akan tahu kapan harus mengeluarkan emosinya. Hal ini karena dia mampu mengontrol emosi dan tindakan dengan baik sehingga jauh dari tindakan impulsif yang merugikan.

3. Motivation

Seseorang yang cerdas secara emosional adalah orang yang dapat memotivasi dirinya sendiri. Motivasi dalam melakukan sesuatu akan datang pada sendirinya.

4. Empati

Empati membuat seseorang memahami dan menumbuhkan koneksi dengan orang lain secara emosional. Hal ini penting untuk setiap individu agar peduli dan tulus dalam berhubungan dengan siapapun.

5. Social Skill

Skill bernegosiasi tentu sangat penting dalam dunia pekerjaan. Dengan memiliki social skill tinggi, seseorang dapat memiliki kemampuan berkomunikasi dan membangun relasi dengan baik.

Manfaat Memiliki Elemen Kecerdasan Emosional

Dengan menguasai soft skill di atas, seseorang akan memiliki hubungan yang menyenangkan di dunia pekerjaan. Sehingga bisa membantunya untuk bersungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaan dan mencapai kesuksesan.

Berikut adalah manfaat-manfaat memiliki EQ yang tinggi:

– Komunikasi yang efektif

Kecerdasan emosional yang tinggi dapat membuat seseorang bisa mendengarkan dan memberi respon secara baik dengan rekan kerja.

Baca juga: Benarkah Ukuran Otak Manusia Sudah Menyusut Hampir 4 Kali Lipat?

– Mengatasi tekanan pekerjaan dengan baik

Dengan memiliki self awareness yang tinggi maka seseorang akan lebih mudah mengatur tingkat stres yang dialami.

– Mampu menerima masukan

Seseorang yang cerdas EQ-nya, dapat menerima kritik dengan baik tanpa melakukan pembelaan diri.

Selain penting untuk menunjang fase kehidupan seperti karier, kecerdasan emosional juga penting untuk disadari dan dipelajari agar kualitas pikiran terus berkembang seiring dengan bertambahnya usia.

Ditulis pada Pendidikan | Tag , , , | Tinggalkan komentar

5 Jurusan yang Lulusannya Bakal Banyak Dicari, Gajinya Bisa Sentuh 3 Digit!

5 Jurusan yang Lulusannya Bakal Banyak Dicari, Gajinya Bisa Sentuh 3 Digit!

Sejumlah jurusan kuliah memiliki prospek karier menjanjikan pada 3-5 tahun mendatang. Menurut laporan The Future of Jobs Report 2020 yang dirilis World Economic Forum (WEF), pekerjaan yang bakal banyak dicari bergerak di bidang sains data hingga kecerdasan buatan.
Dalam laporan rutin tersebut, WEF memperkirakan sebanyak 85 juta pekerjaan mungkin tergeser oleh pembagian kerja antara manusia dan mesin pada 2025 mendatang. Sementara itu, 97 juta pekerjaan baru akan muncul.

Menurut WEF Forecast for Labour Market Evolution in 2020-2025 atau Prediksi Perkembangan Pasar Tenaga Kerja Tahun 2020-2025, ada 20 profesi yang akan paling banyak dicari dan akan turun popularitasnya pada 2025.

Beberapa jurusan kuliah yang ada di perguruan tinggi Indonesia bisa mengantarkan mahasiswa untuk mengambil peran dalam profesi yang akan melejit pada 2025 tersebut. Jurusan apa saja?

5 Jurusan Kuliah dengan Prospek Karier Bagus

1. Sains Data

WEF melaporkan, ahli sains data akan memiliki peluang bagus dalam pasar tenaga kerja 2025 mendatang. Jurusan kuliah terkait sains data secara spesifik memang belum banyak tersedia di Indonesia.

Beberapa kampus yang membuka atau mempelajari bidang ini antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan jurusan Statistika dan Sains Data, dan Universitas Airlangga (Unair) dengan jurusan Teknologi Sains Data.

Sejumlah kampus swasta juga membukanya. Profesi ini akan mendatangkan gaji hingga 1,7 miliar per tahun, menurut laman berkarier Indeed.

2. Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan

Karier di bidang teknik robotika dan kecerdasan buatan (AI) juga akan banyak dibutuhkan oleh perusahaan maupun industri pada 2025 mendatang. Beberapa kampus juga sudah mulai membuka jurusan ini atau setidaknya ada mata kuliah yang mempelajari bidang ini.

Unair menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang secara spesifik membuka jurusan ini pada 2020 lalu. Sementara itu, Universitas Indonesia (UI) memasukkan Artificial Intelligence sebagai salah satu mata kuliah di Fakultas Ilmu Komputer.

Selain dua kampus tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) secara khusus membuka jurusan Teknik Robotika.

Menurut Economic Research Institute (ERI) dalam situs SalaryExpert, gaji spesialis AI di Indonesia mencapai 418 juta per tahun, sedangkan di Amerika Serikat mencapai 1,7 miliar per tahun.

3. Pemasaran Digital

Digital marketing atau pemasaran digital juga akan menjadi incaran 3-5 tahun mendatang. Beberapa perusahaan mungkin sudah mulai mencari dari sekarang.

Jurusan ini juga sudah banyak dipelajari di perguruan tinggi Indonesia. Beberapa di antaranya Universitas Padjadjaran (Unpad) dan beberapa universitas swasta unggul seperti BINUS University dan Universitas Prasetya Mulya.

Menurut ERI, gaji seorang spesialis pemasaran digital di Indonesia mencapai 251 juta per tahun, sedangkan di Amerika Serikat mencapai 1 miliar per tahun.

Baca juga: Mau Pilih Kos, Kontrakan, atau Asrama Mahasiswa? Ini yang Perlu Diperhatikan

4. Bisnis

Ekonomi, bisnis, dan keuangan bisa dibilang merupakan bidang yang lekat dengan kehidupan masyarakat. Jurusan kuliah bidang ini juga akan dibutuhkan pada tahun-tahun mendatang.

Lulusan jurusan bisnis dapat bekerja sebagai seorang akuntan, konsultan manajemen, analis keuangan, dan lain sebagainya. Beberapa kampus yang terkenal memiliki jurusan bisnis terbaik adalah Universitas Gadjah Mada (UGM), ITB, Unair, Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Brawijaya (UB).

Seorang analis bisnis di Indonesia biasanya digaji tinggi mencapai 335 juta per tahun, sedangkan di Amerika Serikat mencapai 1,3 miliar per tahun.

5. Teknik Informatika

Jurusan Teknik Informatika juga dapat mengantarkanmu untuk menduduki profesi yang akan dibutuhkan pada 2025 mendatang. Dalam laporan WEF, permintaan tenaga kerja di bidang Information Security Analyst, Software and Application Developers, hingga Internet of Things Specialist akan meningkat.

Ketiga profesi tersebut dapat dipelajari dalam jurusan Teknik Informatika. Mayoritas perguruan tinggi di Indonesia sudah membuka jurusan ini. Umumnya berada di Fakultas Teknik atau berdiri sebagai fakultas sendiri.

Seorang pengembang software di Indonesia akan mendapatkan gaji hingga 386 juta per tahun, sedangkan di Amerika Serikat bisa mencapai 1,5 miliar setiap tahunnya.

Dari sejumlah jurusan kuliah di atas, tertarik masuk mana nih, sobats?

Ditulis pada Pendidikan, Universitas | Tag , , | Tinggalkan komentar

Benarkah Ukuran Otak Manusia Sudah Menyusut Hampir 4 Kali Lipat?

Benarkah Ukuran Otak Manusia Sudah Menyusut Hampir 4 Kali Lipat?

Sebuah studi menemukan fakta mengejutkan dari volume otak manusia yang menyusut hampir empat kali lipat. Penyusutan ini terjadi dalam kurun waktu 3.000 tahun terakhir.
Sejak masa Homo terakhir yang memiliki nenek moyang sama dengan simpanse, ukuran otak manusia dalam 6 juta tahun mencapai hampir empat kali lipat dibanding otak manusia sekarang, menurut SCI-News. Namun, tim peneliti dari Dartmouth College menemukan, ukuran otak hominin mengalami perubahan pada 2,1 dan 1,5 juta tahun lalu.

Menurut catatan arkeologi, peristiwa ini terjadi bertepatan dengan evolusi awal Homo dan inovasi teknologi. Tetapi, baru-baru ini, mereka juga menemukan fakta bahwa otak manusia mengalami penyusutan yang signifikan dalam 3.000 tahun terakhir.

“Fakta mengejutkan tentang manusia saat ini adalah bahwa otak kita lebih kecil dibandingkan dengan otak nenek moyang Pleistosen kita,” kata Dr. Jeremy DeSilva, peneliti di Departemen Antropologi di Dartmouth College, dilansir dari Frontiers.

Penyebab penyusutan otak manusia ini telah menjadi misteri besar pagi para antropolog. Untuk memecahkan misteri ini, tim peneliti dari berbagai bidang akademik mulai mempelajari pola sejarah evolusi otak manusia.

Mereka membandingkan temuan mereka dengan semut untuk menawarkan wawasan yang luas. Peneliti di Departemen Biologi Boston University, Dr. James Traniello, mengatakan bahwa semut digunakan untuk membantu mengidentifikasi kemungkinan yang terjadi di alam.

Dalam studi tersebut, para peneliti menerapkan analisis titik perubahan pada kumpulan data dari 985 fosil dan tengkorak manusia modern. Data tersebut mewakili evolusi otak selama 10 juta tahun terakhir evolusi hominid dan hominin.

Data tersebut juga mencakup Rudapithecus, Sahelanthropus, Ardipithecus, Australopithecus (termasuk Paranthropus), Homo Pleistosen Awal, Homo Pleistosen Tengah, Homo Pleistosen Akhir, dan Homo sapiens Holocene.

Baca juga: Usia 20-an Memasuki Quarter Life Crisis, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Hasilnya menyatakan, otak manusia meningkat dalam ukuran 2,1 dan 1,5 juta tahun yang lalu, selama Pleistosen, tetapi ukurannya berkurang sekitar 3.000 tahun yang lalu. Penyusutan ini menjadi hal yang tidak terduga sebelumnya.

“Kebanyakan orang sadar bahwa manusia memiliki otak yang luar biasa besar–jauh lebih besar dari yang diperkirakan dari ukuran tubuh kita. Dalam sejarah evolusi kita yang mendalam, ukuran otak manusia meningkat secara dramatis,” kata Dr. Traniello.

Tim peneliti memberikan gambaran lebih lanjut melalui petunjuk dari kehidupan semut. Mereka mempelajari model komputasi dan pola ukuran semut pekerja, struktur, dan penggunaan energi di beberapa kelompok semut.

Hasilnya menunjukkan bahwa kognisi dan pembagian kerja tingkat kelompok dapat memilih variasi ukuran otak yang adaptif. Artinya, dalam kelompok sosial di mana terjadi pembagian pengetahuan atau spesialisasi pada tugas tertentu, otak akan beradaptasi untuk menjadi lebih efisien dengan cara mengecilkan ukurannya.

Para peneliti berpandangan bahwa penurunan ukuran otak ini disebabkan oleh meningkatnya ketergantungan pada kecerdasan kolektif, sebuah gagasan bahwa sekelompok orang lebih pintar daripada orang terpintar dalam kelompok, yang sering disebut ‘wisdom of the crowds’.

Studi penyusutan otak manusia ini telah diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Ecology and Evolution pada Oktober 2021 lalu.

Ditulis pada Pendidikan | Tag , , | Tinggalkan komentar

Mau Pilih Kos, Kontrakan, atau Asrama Mahasiswa? Ini yang Perlu Diperhatikan

Mau Pilih Kos, Kontrakan, atau Asrama Mahasiswa? Ini yang Perlu Diperhatikan

Ada berbagai pilihan tempat tinggal untuk para calon mahasiswa baru yang akan merantau, mulai dari kos, asrama mahasiswa, kontrakan, sampai apartemen. Fasilitas dan harganya pun tentu bermacam-macam.
Dengan pilihan hunian mahasiswa yang cukup luas ini, calon mahasiswa baru perlu pertimbangan yang matang agar nantinya mendapat kos atau asrama, maupun kontrakan yang bisa memenuhi kebutuhan sekaligus pas di kantong. Untuk itu, simak beberapa tips memilih tempat tinggal untuk para mahasiswa rantau.

Baca juga: Suku-suku di Pulau Jawa yang Perlu Siswa Tahu, Dari Badui hingga Madura

Tips Memilih Tempat Tinggal Mahasiswa

Mengutip dari laman Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) dan laman Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih kos, kontrakan, ataupun asrama mahasiswa.

1. Harga

Sebelum memilih tempat tinggal, perhatikan tarif sewa apakah sesuai dengan harga pasar. Pada umumnya, harga sewa kos atau kontrakan semakin mahal jika lokasinya lebih dekat dengan kampus. Meski perlu menyesuaikan dengan budget, jangan lupakan juga aspek fasilitas yang ditawarkan.

Segmentasi harga sewa kos/kontrakan/asrama biasanya beragam, bergantung pada tipe-tipe yang ditawarkan. Tipe-tipe kamar atau kontrakan ini berkaitan dengan fasilitas dan ukuran.

Sebagai contoh, di ITS tersedia asrama mahasiswa dalam tipe kwartet, dobel, dan single. Kamar tipe kwartet di sana dapat diisi oleh empat orang, tipe dobel bisa untuk dua orang, dan single bisa diisi oleh satu orang. Sebagai contoh, untuk asrama dengan tipe kamar dobel plus yang dipakai single, tarifnya mencapai Rp 10 juta 450 ribu per 11 bulan/orang.

2. Fasilitas

Beberapa fasilitas yang umum ditawarkan di persewaan tempat tinggal mahasiswa adalah kasur, meja, kursi, atau lemari. Namun, hal penting lain yang perlu dicermati adalah fasilitas listrik dan air.

Cari informasi terlebih dahulu mengenai kedua hal ini, utamanya perihal listrik apakah kalian dikenakan biaya tambahan per item alat elektronik. Sebab, mahasiswa biasanya membawa berbagai alat elektronik seperti rice cooker atau setrika.

3. Aspek Lingkungan Sekitar

Karena berada jauh dari orang tua, mahasiswa bisa memilih lokasi tinggal yang baik dan tentunya aman. Sebagaimana dikatakan dalam laman UMG, mahasiswa bisa memilih kos/kontrakan yang dekat dengan tempat ibadah. Sebab, lingkungan belajar bisa mempengaruhi proses perbaikan diri.

4. Keamanan Tempat Tinggal

Keamanan kos/kontrakan/asrama tidak hanya menyangkut adanya pagar, tembok, dan semacamnya. Calon mahasiswa baru juga perlu memperhatikan bagaimana tingkat kepedulian orang-orang di lingkungan sekitar.

Di samping mengandalkan petugas keamanan, kalian juga perlu memiliki kewaspadaan sendiri. Jika memungkinkan, calon mahasiswa baru bisa mencari tahu sejarah tindakan kriminal, contohnya pencurian di lingkungan tersebut.

5. Kebersihan

Aspek kebersihan biasanya menjadi tanggung jawab pribadi penyewa kamar kos/kontrakan. Meski begitu, ada juga beberapa pemilik hunian yang membebankan uang kebersihan kepada penyewa.

Jika iya, maka hal itu pengecualian. Oleh sebab itu, poin ini menjadi hal yang wajib diteliti sebelum memilih tempat tinggal.

6. Lokasi

Apabila tidak memiliki kendaraan, lebih baik calon mahasiswa baru memilih tempat tinggal yang dekat dengan lokasi kampus. Sebagai contoh, kalian bisa memilih yang lokasinya berjarak 5-10 menit dengan jalan kaki. Di sisi lain, pilihlah juga yang dekat dengan pasar, warung makanan, atau supermarket.

Itulah beberapa tips memilih kos atau kontrakan, maupun asrama mahasiswa. Pertimbangkan baik-baik ya!

Ditulis pada Universitas | Tag , , , | Tinggalkan komentar